Rabu, 02 November 2011

20 Fakta "Tak Penting" Tentang Vaksinasi

1. Pada tahun 1868, 1873, dan vaksinasi cacar 1881 di Amerika Serikat diikuti oleh penyebaran lepra yang mengkhawatirkan seperti yang dilaporkan kepada Dewan Kesehatan.

2. Pada tahun 1883 sebuah Catatan Bencana Vaksin yang diterbitkan mendokumentasikan lebih dari 400 kematian akibat vaksinasi.

3. Pada tahun 1900 sindikat Rockefeller dan JP Morgan membeli Encyclopedia Britannica dan semua informasi dan referensi yang mendiskreditkan vaksinasi dihapus dari Encyclopedia Britannica.


4. Pada tahun 1917 selama Perang Dunia I, tentara AS yang divaksinasi sebelum dikirim ke Eropa, mati karena sebuah sindrom aneh yang tampaknya menyerang hanya kalangan muda.

5. Pada tahun 1928 [27 Agustus] Liga Bangsa-Bangsa [cikal bakal PBB] menerbitkan sebuah laporan tentang ensefalitis (radang otak) yang menyatakan, "Kasus ensefalitis pasca-vaksinasi yang kita hadapi telah menjadi masalah tersendiri ... ada resiko baru, atau setidaknya tak terduga sebelumnya atau tidak dikenal ikut menyertai vaksinasi ... "

6. Pejabat Perang AS , Henry L Simpson, mengeluarkan laporan pada tahun 1942 yang mengatakan, "Pengalaman Angkatan Darat baru-baru ini dengan vaksin demam kuning mengakibatkan 28.505 kasus hepatitis dengan 62 kematian."

7. Percobaan vaksin di Sekolah Willowbrook berlangsung dari tahun 1950 sampai 1972, selama itu anak-anak cacat mental di sana sengaja diinfeksi hepatitis dalam upaya untuk menemukan vaksin.

8. Pada tahun 1957 The New York Times melaporkan bahwa hampir 50 persen dari kasus polio yang terjadi pada anak-anak antara 5 dan 14 tahun, terjadi pada anak yang sudah divaksinasi terhadap polio.

9. Pada tahun 1972 sebelum sidang subkomite Senat, penemu vaksin polio Jonas Salk bersaksi bahwa hampir semua wabah polio sejak 1961 adalah akibat atau disebabkan oleh vaksin polio oral.

10. The Lancet melaporkan pada tahun 1976 bahwa vaksin tidak cukup melindungi dari batuk rejan dan hampir sepertiga dari kasus yang dilaporkan sepenuhnya telah divaksinasi.

11. The Lancet melaporkan pada 1977 bahwa tidak ada perlindungan yang terlihat dari vaksin batuk rejan pada bayi.

12. Science melaporkan pada tahun 1977 bahwa sebanyak 26 persen anak-anak penerima vaksinasi rubela menderita arthritis.

13. Pada tahun 1984 Archives of Disease in Childhood, Vol.59, No.2, hal.162-165 melaporkan, "Karena penurunan imunisasi pertusis, angka masuk rumah sakit dan angka kematian dari batuk rejan telah turun drastis ... Tingkat keparahan serangan dan tingkat komplikasi pada anak-anak dirawat di rumah sakit yang hampir tidak berubah."

14. 1986 Undang-undang US tentang Kompensasi Cedera akibat Vaksin disahkan oleh Kongres.

15. 1988 Program Kompensasi Cedera akibat Vaksin US didanai.

16. The Lancet melaporkan pada tahun 1994 bahwa asma lima kali lebih sering terjadi pada anak yang divaksinasi dibandingkan anak-anak yang tidak divaksinasi.

17. Merck Manual pada tahun 1996 menerbitkan bahwa "penyakit autoimun dapat dimulai dengan ensefalitis yang mengikuti vaksinasi rabies di mana sebuah reaksi lintas-autoimun mungkin disebabkan oleh jaringan otak hewan dalam vaksin".

18. The Lancet menerbitkan di tahun 1999 bahwa ada 15.229 kasus diphteri di Rusia, dan kebanyakan anak sepenuhnya telah divaksinasi.

19. Menurut NIH, sebuah penelitian di Jepang pada tahun 2002, "Pengembangan Kebijakan Vaksinasi di Jepang," mencatat jumlah anak-anak Jepang yang menderita autisme naik dan turun dalam proporsi langsung dengan jumlah anak yang divaksinasi setiap tahun.

20. Pada tahun 2006 polio dilaporkan meningkat di Nigeria meskipun tingkat vaksinasi yang hampir seluruhnya di negara itu.

-------------------------------------------


Fakta di no 3 menunjukkan adanya konspirasi di balik bisnis raksasa bernama IMUNISASI.

Fakta di no 7 menunjukkan bahwa selama ini perusahaan pembuat vaksin kesulitan melakukan percobaan akan efektivitas vaksin. Daripada bereksperimen ke anak-anak yang sehat, eksperimen dilakukan ke anak-anak cacat mental di panti asuhan atau langsung dijual tanpa eksperimen sama sekali.

Fakta-fakta lain dan fakta nomer 20 menunjukkan indikasi bahwa vaksin semakin tidak laku dijual di negara-negara maju, lalu dijual ke negara miskin dan berkembang lewat program pemerintah dengan pembayaran oleh pemerintah lewat APBN, ini juga terjadi di Indonesia.

So, Your child, Your choice.

Sumber dari http://vactruth.com/2011/10/25/20-vaccination-trivia-facts/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

The Best Payment Processor.

Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly.