Minggu, 06 Juni 2010

Dulu...Sekarang...

Puisi ini saya dedikasikan buat Guru SD, mantan Guru SD, murid SD, mantan murid SD, orangtua yg anaknya sedang duduk di bangku SD atau pernah duduk di bangku SD.
------------------------------------------------------------------------------------
Dulu...Sekarang...
karya: Pudji Hastuti


Dulu... guruku berkata,
kamu kok nakal sih,
kamu bandel banget,
kamu susah diatur,
kamu kurang ajar,
kamu terancam tidak naik kelas
rapormu kebakaran,
mau jadi apa nanti besar?
mana prestasimu?
ah...akhirnya kamu lulus (SD) juga.

Sekarang... guru anakku berkata,
anak ibu nakal,
anak ibu usil,
anak ibu bandel,
anak ibu malas belajar,
anak ibu gak bisa diam,
anak ibu hiperaktif,
anak ibu...kayaknya autis ya?

Dulu aku anak-anak,
dulu aku seorang murid.
Sekarang aku punya anak,
sekarang aku seorang wali murid.

Hanya dalam hati kuberkata,
apakah ini karma?
apakah ini dosa masa lalu?
apakah sejarah kan terulang kembali?
apakah aku mewarisi sifatku kepada anakku?

Siapa yang tak ingin anaknya pintar?
Yang berprestasi, disayang guru, bisa dibanggakan.

Siapa yang ingin punya anak seperti ini?
Yang nakal, usil, bandel, hiperaktif, autis, gak normal.

Guruku...dulu dan sekarang,
kau tetap guruku dulu,
yang sekarang jadi guru anakku.

Guruku...dulu dan sekarang,
kau tetap digugu dan disayang.

Tolong, kutitip anakku sayang,
yang bikin pusing alang kepalang.

------------------------------------------------------------------------------------ 
Inilah isi hati dan pengalaman saya yang saya tuangkan dalam bentuk puisi.
Sekarang anak saya telah saya keluarkan dari sekolahnya yang dulu merupakan sekolah saya.
Salah satu bentuk balasan kekecewaan saya adalah dengan membeli 5 buah buku tulisan Ayah Edy yaitu I love U Ayah Bunda, kemudian saya bagikan kepada guru2 dan kepala sekolah yang telah mengecewakan saya dan anak saya (salah satu buku tsb saya sumbangkan kepada perpustakaan di sekolah tsb agar guru lain yg tidak saya beri, dapat membaca buku yang bagus ini). 

Diambil dari blog Ayah Edy (http://ayahkita.blogspot.com/2010/03/sebuah-puisi-untuk-sang-guru.html).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

The Best Payment Processor.

Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly.